Pokok-pokok isi surat an nisa:
1. Keimanan:Syirik (dosa yang paling besar); akibat kekafiran di hari kemudian.
2. Hukum-hukum:
Kewajiban para washi dan para wali; hukum poligami; mas kawin; memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tak dapat mengurus hartanya; pokok-pokok hukum warisan; perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya, wanita-wanita yang haram dikawini; hukum-hukum mengawini budak wanita; larangan memakan harta secara bathil; hukum syiqaq dan nusyuq; kesucian lahir batin dalam sembahyang; hukum suaka; hukum membunuh seorang Islam; shalat khauf; larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk; masalah pusaka kalalah.
3. Kisah-kisah:
Kisah-kisah tentang Nabi Musa a.s. dan pengikut-pengikutnya.
4. Dan lain-lain:
Asal manusia adalah satu; keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita; norma-norma bergaul dengan isteri; hak seseorang sesuai dengan kewajibannya; perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepadanya; dasar-dasar pemerintahan; cara mengadili perkara; keharusan siap-siaga terhadap musuh; sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan; berperang di jalan Alllah adalah kewajiban tiap-tiap mukallaf; norma dan adab dalam peperangan; cara menghadapi orang-orang munafik; derajat orang-orang yang berjihad.
Surat Annisa
Surat Annisa dan Terjemahnya
Terjemahan Surat Annisa
|
Surat Annisa Arab
|
Ayat
|
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah
menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya;
dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan
yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)
nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
|
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
اتَّقُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ
مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ
مِنْهَا
زَوْجَهَا
وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالا
كَثِيرًا
وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
الَّذِي
تَسَاءَلُونَ
بِهِ وَالأرْحَامَ
إِنَّ اللَّهَ
كَانَ
عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
|
1
|
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta
mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan
harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan
memakan) itu, adalah dosa yang besar.
|
وَآتُوا
الْيَتَامَى
أَمْوَالَهُمْ
وَلا تَتَبَدَّلُوا
الْخَبِيثَ
بِالطَّيِّبِ
وَلا
تَأْكُلُوا
أَمْوَالَهُمْ
إِلَى
أَمْوَالِكُمْ
إِنَّهُ
كَانَ
حُوبًا
كَبِيرًا
|
2
|
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap
(hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah
wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika
kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau
budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada
tidak berbuat aniaya.
|
وَإِنْ
خِفْتُمْ
أَلا
تُقْسِطُوا
فِي الْيَتَامَى
فَانْكِحُوا
مَا طَابَ
لَكُمْ مِنَ
النِّسَاءِ
مَثْنَى
وَثُلاثَ
وَرُبَاعَ
فَإِنْ خِفْتُمْ
أَلا
تَعْدِلُوا
فَوَاحِدَةً
أَوْ مَا
مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
ذَلِكَ أَدْنَى
أَلا
تَعُولُوا
|
3
|
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi)
sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan
kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah
(ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
|
وَآتُوا
النِّسَاءَ
صَدُقَاتِهِنَّ
نِحْلَةً
فَإِنْ طِبْنَ
لَكُمْ عَنْ
شَيْءٍ
مِنْهُ
نَفْسًا فَكُلُوهُ
هَنِيئًا
مَرِيئًا
|
4
|
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum
sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan
Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil
harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.
|
وَلا
تُؤْتُوا
السُّفَهَاءَ
أَمْوَالَكُمُ
الَّتِي جَعَلَ
اللَّهُ
لَكُمْ
قِيَامًا
وَارْزُقُوهُمْ
فِيهَا
وَاكْسُوهُمْ
وَقُولُوا لَهُمْ
قَوْلا
مَعْرُوفًا
|
5
|
Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.
Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara
harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu
makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu)
tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di
antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan
harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta
itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada
mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi
mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
|
وَابْتَلُوا
الْيَتَامَى
حَتَّى
إِذَا بَلَغُوا
النِّكَاحَ
فَإِنْ
آنَسْتُمْ
مِنْهُمْ رُشْدًا
فَادْفَعُوا
إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ
وَلا
تَأْكُلُوهَا
إِسْرَافًا
وَبِدَارًا
أَنْ
يَكْبَرُوا
وَمَنْ كَانَ
غَنِيًّا
فَلْيَسْتَعْفِفْ
وَمَنْ كَانَ
فَقِيرًا
فَلْيَأْكُلْ
بِالْمَعْرُوفِ
فَإِذَا
دَفَعْتُمْ
إِلَيْهِمْ
أَمْوَالَهُمْ
فَأَشْهِدُوا
عَلَيْهِمْ
وَكَفَى
بِاللَّهِ
حَسِيبًا
|
6
|
Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak
dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan
ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang
telah ditetapkan.
|
لِلرِّجَالِ
نَصِيبٌ
مِمَّا
تَرَكَ
الْوَالِدَانِ
وَالأقْرَبُونَ
وَلِلنِّسَاءِ
نَصِيبٌ مِمَّا
تَرَكَ
الْوَالِدَانِ
وَالأقْرَبُونَ
مِمَّا
قَلَّ
مِنْهُ أَوْ
كَثُرَ
نَصِيبًا مَفْرُوضًا
|
7
|
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan
orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang baik.
|
وَإِذَا
حَضَرَ
الْقِسْمَةَ
أُولُو
الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينُ
فَارْزُقُوهُمْ
مِنْهُ
وَقُولُوا
لَهُمْ
قَوْلا مَعْرُوفًا
|
8
|
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya
meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa
kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
|
وَلْيَخْشَ
الَّذِينَ
لَوْ
تَرَكُوا
مِنْ خَلْفِهِمْ
ذُرِّيَّةً
ضِعَافًا
خَافُوا
عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا
اللَّهَ
وَلْيَقُولُوا
قَوْلا
سَدِيدًا
|
9
|
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara
lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan
masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
|
إِنَّ
الَّذِينَ
يَأْكُلُونَ
أَمْوَالَ الْيَتَامَى
ظُلْمًا
إِنَّمَا
يَأْكُلُونَ
فِي بُطُونِهِمْ
نَارًا
وَسَيَصْلَوْنَ
سَعِيرًا
|
10
|
Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk)
anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua
orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua,
maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak
perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua
orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang
ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang
meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka
ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa
saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di
atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar
utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa
di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah
ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
يُوصِيكُمُ
اللَّهُ فِي
أَوْلادِكُمْ
لِلذَّكَرِ
مِثْلُ حَظِّ
الأنْثَيَيْنِ
فَإِنْ
كُنَّ
نِسَاءً
فَوْقَ
اثْنَتَيْنِ
فَلَهُنَّ
ثُلُثَا مَا
تَرَكَ
وَإِنْ
كَانَتْ
وَاحِدَةً
فَلَهَا
النِّصْفُ
وَلأبَوَيْهِ
لِكُلِّ وَاحِدٍ
مِنْهُمَا
السُّدُسُ
مِمَّا تَرَكَ
إِنْ كَانَ
لَهُ وَلَدٌ
فَإِنْ لَمْ يَكُنْ
لَهُ وَلَدٌ
وَوَرِثَهُ
أَبَوَاهُ فَلأمِّهِ
الثُّلُثُ
فَإِنْ
كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ
فَلأمِّهِ
السُّدُسُ
مِنْ بَعْدِ
وَصِيَّةٍ
يُوصِي
بِهَا أَوْ
دَيْنٍ آبَاؤُكُمْ
وَأَبْنَاؤُكُمْ
لا تَدْرُونَ
أَيُّهُمْ
أَقْرَبُ
لَكُمْ
نَفْعًا فَرِيضَةً
مِنَ اللَّهِ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
عَلِيمًا
حَكِيمًا
|
11
|
Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan
oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu
mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya
sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya.
Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak
mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh
seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang
kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik
laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak
meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja)
atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari
kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu
itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu,
sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya
dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang
demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Penyantun.
|
وَلَكُمْ
نِصْفُ مَا
تَرَكَ
أَزْوَاجُكُمْ
إِنْ لَمْ يَكُنْ
لَهُنَّ
وَلَدٌ
فَإِنْ
كَانَ لَهُنَّ
وَلَدٌ
فَلَكُمُ
الرُّبُعُ
مِمَّا تَرَكْنَ
مِنْ بَعْدِ
وَصِيَّةٍ
يُوصِينَ بِهَا
أَوْ دَيْنٍ
وَلَهُنَّ
الرُّبُعُ مِمَّا
تَرَكْتُمْ
إِنْ لَمْ
يَكُنْ
لَكُمْ
وَلَدٌ
فَإِنْ
كَانَ لَكُمْ
وَلَدٌ فَلَهُنَّ
الثُّمُنُ
مِمَّا
تَرَكْتُمْ
مِنْ بَعْدِ
وَصِيَّةٍ
تُوصُونَ
بِهَا أَوْ دَيْنٍ
وَإِنْ
كَانَ
رَجُلٌ
يُورَثُ
كَلالَةً
أَوِ
امْرَأَةٌ
وَلَهُ أَخٌ
أَوْ أُخْتٌ
فَلِكُلِّ
وَاحِدٍ
مِنْهُمَا
السُّدُسُ
فَإِنْ
كَانُوا
أَكْثَرَ
مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ
شُرَكَاءُ
فِي
الثُّلُثِ
مِنْ بَعْدِ
وَصِيَّةٍ
يُوصَى
بِهَا أَوْ
دَيْنٍ غَيْرَ
مُضَارٍّ
وَصِيَّةً
مِنَ
اللَّهِ وَاللَّهُ
عَلِيمٌ
حَلِيمٌ
|
12
|
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari
Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah
memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang
mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
|
تِلْكَ
حُدُودُ
اللَّهِ
وَمَنْ
يُطِعِ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ
يُدْخِلْهُ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي
مِنْ
تَحْتِهَا
الأنْهَارُ
خَالِدِينَ فِيهَا
وَذَلِكَ
الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ
|
13
|
Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan
melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api
neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.
|
وَمَنْ
يَعْصِ
اللَّهَ
وَرَسُولَهُ
وَيَتَعَدَّ
حُدُودَهُ
يُدْخِلْهُ
نَارًا
خَالِدًا فِيهَا
وَلَهُ
عَذَابٌ
مُهِينٌ
|
14
|
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji,
hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya).
Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka
(wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai
Allah memberi jalan yang lain kepadanya.
|
وَاللاتِي
يَأْتِينَ
الْفَاحِشَةَ
مِنْ نِسَائِكُمْ
فَاسْتَشْهِدُوا
عَلَيْهِنَّ
أَرْبَعَةً
مِنْكُمْ
فَإِنْ
شَهِدُوا
فَأَمْسِكُوهُنَّ
فِي
الْبُيُوتِ
حَتَّى
يَتَوَفَّاهُنَّ
الْمَوْتُ
أَوْ
يَجْعَلَ
اللَّهُ
لَهُنَّ سَبِيلا
|
15
|
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara
kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertobat
dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha
Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
|
وَاللَّذَانِ
يَأْتِيَانِهَا
مِنْكُمْ فَآذُوهُمَا
فَإِنْ
تَابَا وَأَصْلَحَا
فَأَعْرِضُوا
عَنْهُمَا
إِنَّ اللَّهَ
كَانَ
تَوَّابًا رَحِيمًا
|
16
|
Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang
yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat
dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
إِنَّمَا
التَّوْبَةُ
عَلَى
اللَّهِ
لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ
السُّوءَ
بِجَهَالَةٍ
ثُمَّ يَتُوبُونَ
مِنْ
قَرِيبٍ
فَأُولَئِكَ
يَتُوبُ
اللَّهُ
عَلَيْهِمْ
وَكَانَ
اللَّهُ
عَلِيمًا
حَكِيمًا
|
17
|
Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang
mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di
antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat
sekarang" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang
mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa
yang pedih.
|
وَلَيْسَتِ
التَّوْبَةُ
لِلَّذِينَ
يَعْمَلُونَ
السَّيِّئَاتِ
حَتَّى
إِذَا
حَضَرَ
أَحَدَهُمُ
الْمَوْتُ
قَالَ
إِنِّي
تُبْتُ الآنَ
وَلا
الَّذِينَ
يَمُوتُونَ
وَهُمْ
كُفَّارٌ
أُولَئِكَ
أَعْتَدْنَا
لَهُمْ
عَذَابًا أَلِيمًا
|
18
|
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai
wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak
mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya,
terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah
dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka
bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah
menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا لا
يَحِلُّ
لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا
النِّسَاءَ
كَرْهًا
وَلا تَعْضُلُوهُنَّ
لِتَذْهَبُوا
بِبَعْضِ
مَا آتَيْتُمُوهُنَّ
إِلا أَنْ
يَأْتِينَ
بِفَاحِشَةٍ
مُبَيِّنَةٍ
وَعَاشِرُوهُنَّ
بِالْمَعْرُوفِ
فَإِنْ
كَرِهْتُمُوهُنَّ
فَعَسَى
أَنْ
تَكْرَهُوا
شَيْئًا وَيَجْعَلَ
اللَّهُ
فِيهِ
خَيْرًا
كَثِيرًا
|
19
|
Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain,
sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang
banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikit pun.
Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan
dengan (menanggung) dosa yang nyata? [4.21] Bagaimana kamu akan mengambilnya
kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain
sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu
perjanjian yang kuat.
|
وَإِنْ
أَرَدْتُمُ
اسْتِبْدَالَ
زَوْجٍ
مَكَانَ
زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ
إِحْدَاهُنَّ
قِنْطَارًا
فَلا
تَأْخُذُوا
مِنْهُ
شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ
بُهْتَانًا
وَإِثْمًا مُبِينًا
|
20
|
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu
telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri. Dan mereka
(istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.
|
وَكَيْفَ
تَأْخُذُونَهُ
وَقَدْ
أَفْضَى بَعْضُكُمْ
إِلَى بَعْضٍ
وَأَخَذْنَ
مِنْكُمْ
مِيثَاقًا
غَلِيظًا
|
21
|
Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh
ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu
amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
|
وَلا
تَنْكِحُوا
مَا نَكَحَ
آبَاؤُكُمْ مِنَ
النِّسَاءِ إِلا
مَا قَدْ
سَلَفَ
إِنَّهُ
كَانَ
فَاحِشَةً
وَمَقْتًا
وَسَاءَ سَبِيلا
|
22
|
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang
perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan;
saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari
saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu
yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan;
ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari
istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu
itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan
diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan
(dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi
pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
|
حُرِّمَتْ
عَلَيْكُمْ
أُمَّهَاتُكُمْ
وَبَنَاتُكُمْ
وَأَخَوَاتُكُمْ
وَعَمَّاتُكُمْ
وَخَالاتُكُمْ
وَبَنَاتُ
الأخِ
وَبَنَاتُ
الأخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ
اللاتِي
أَرْضَعْنَكُمْ
وَأَخَوَاتُكُمْ
مِنَ
الرَّضَاعَةِ
وَأُمَّهَاتُ
نِسَائِكُمْ
وَرَبَائِبُكُمُ
اللاتِي فِي
حُجُورِكُمْ
مِنْ نِسَائِكُمُ
اللاتِي
دَخَلْتُمْ
بِهِنَّ فَإِنْ
لَمْ
تَكُونُوا
دَخَلْتُمْ بِهِنَّ
فَلا
جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ
وَحَلائِلُ
أَبْنَائِكُمُ
الَّذِينَ
مِنْ
أَصْلابِكُمْ
وَأَنْ
تَجْمَعُوا
بَيْنَ
الأخْتَيْنِ
إِلا مَا
قَدْ سَلَفَ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ غَفُورًا
رَحِيمًا
|
23
|
dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami,
kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu)
sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang
demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan
untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara
mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu
kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah
saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
وَالْمُحْصَنَاتُ
مِنَ
النِّسَاءِ
إِلا مَا
مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
كِتَابَ
اللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَأُحِلَّ
لَكُمْ مَا
وَرَاءَ
ذَلِكُمْ أَنْ
تَبْتَغُوا
بِأَمْوَالِكُمْ
مُحْصِنِينَ
غَيْرَ
مُسَافِحِينَ
فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ
بِهِ
مِنْهُنَّ
فَآتُوهُنَّ
أُجُورَهُنَّ
فَرِيضَةً
وَلا
جُنَاحَ عَلَيْكُمْ
فِيمَا
تَرَاضَيْتُمْ
بِهِ مِنْ
بَعْدِ
الْفَرِيضَةِ
إِنَّ
اللَّهَ كَانَ
عَلِيمًا
حَكِيمًا
|
24
|
Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup
perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh
mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah
mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain,
karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin
mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara
diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain
sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin,
kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka
separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan
mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan
menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik
bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
وَمَنْ
لَمْ
يَسْتَطِعْ
مِنْكُمْ
طَوْلا أَنْ
يَنْكِحَ الْمُحْصَنَاتِ
الْمُؤْمِنَاتِ
فَمِنْ مَا
مَلَكَتْ
أَيْمَانُكُمْ
مِنْ فَتَيَاتِكُمُ
الْمُؤْمِنَاتِ
وَاللَّهُ
أَعْلَمُ بِإِيمَانِكُمْ
بَعْضُكُمْ
مِنْ بَعْضٍ
فَانْكِحُوهُنَّ
بِإِذْنِ
أَهْلِهِنَّ
وَآتُوهُنَّ
أُجُورَهُنَّ
بِالْمَعْرُوفِ
مُحْصَنَاتٍ
غَيْرَ مُسَافِحَاتٍ
وَلا
مُتَّخِذَاتِ
أَخْدَانٍ فَإِذَا
أُحْصِنَّ
فَإِنْ
أَتَيْنَ
بِفَاحِشَةٍ
فَعَلَيْهِنَّ
نِصْفُ مَا
عَلَى الْمُحْصَنَاتِ
مِنَ
الْعَذَابِ
ذَلِكَ
لِمَنْ خَشِيَ
الْعَنَتَ
مِنْكُمْ
وَأَنْ تَصْبِرُوا
خَيْرٌ
لَكُمْ
وَاللَّهُ
غَفُورٌ
رَحِيمٌ
|
25
|
Allah hendak menerangkan (hukum syariat-Nya) kepadamu, dan
menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan
salihin) dan (hendak) menerima tobatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.
|
يُرِيدُ
اللَّهُ
لِيُبَيِّنَ
لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ
سُنَنَ
الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِكُمْ
وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ
وَاللَّهُ
عَلِيمٌ حَكِيمٌ
|
26
|
Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang
mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari
kebenaran).
|
وَاللَّهُ
يُرِيدُ
أَنْ
يَتُوبَ
عَلَيْكُمْ
وَيُرِيدُ الَّذِينَ
يَتَّبِعُونَ
الشَّهَوَاتِ
أَنْ
تَمِيلُوا
مَيْلا
عَظِيمًا
|
27
|
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia
dijadikan bersifat lemah.
|
يُرِيدُ
اللَّهُ
أَنْ
يُخَفِّفَ
عَنْكُمْ وَخُلِقَ
الإنْسَانُ
ضَعِيفًا
|
28
|
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan
harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh
dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا لا
تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ
بَيْنَكُمْ
بِالْبَاطِلِ
إِلا أَنْ
تَكُونَ
تِجَارَةً
عَنْ
تَرَاضٍ مِنْكُمْ
وَلا
تَقْتُلُوا
أَنْفُسَكُمْ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
بِكُمْ رَحِيمًا
|
29
|
Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan
aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah.
|
وَمَنْ
يَفْعَلْ
ذَلِكَ
عُدْوَانًا
وَظُلْمًا
فَسَوْفَ نُصْلِيهِ
نَارًا
وَكَانَ
ذَلِكَ
عَلَى اللَّهِ
يَسِيرًا
|
30
|
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang
dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu
(dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
|
إِنْ
تَجْتَنِبُوا
كَبَائِرَ
مَا تُنْهَوْنَ
عَنْهُ نُكَفِّرْ
عَنْكُمْ
سَيِّئَاتِكُمْ
وَنُدْخِلْكُمْ
مُدْخَلا
كَرِيمًا
|
31
|
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah
kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi
orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para
wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada
Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.
|
وَلا
تَتَمَنَّوْا
مَا فَضَّلَ
اللَّهُ بِهِ
بَعْضَكُمْ عَلَى
بَعْضٍ
لِلرِّجَالِ
نَصِيبٌ
مِمَّا اكْتَسَبُوا
وَلِلنِّسَاءِ
نَصِيبٌ
مِمَّا اكْتَسَبْنَ
وَاسْأَلُوا
اللَّهَ
مِنْ فَضْلِهِ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
بِكُلِّ
شَيْءٍ عَلِيمًا
|
32
|
Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan
ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada)
orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah
kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.
|
وَلِكُلٍّ
جَعَلْنَا
مَوَالِيَ
مِمَّا تَرَكَ
الْوَالِدَانِ
وَالأقْرَبُونَ
وَالَّذِينَ
عَقَدَتْ
أَيْمَانُكُمْ
فَآتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ عَلَى
كُلِّ
شَيْءٍ
شَهِيدًا
|
33
|
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena
Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang
lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah
lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah
memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka
nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan
pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu
mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi
Maha Besar.
|
الرِّجَالُ
قَوَّامُونَ
عَلَى
النِّسَاءِ
بِمَا
فَضَّلَ اللَّهُ
بَعْضَهُمْ
عَلَى
بَعْضٍ
وَبِمَا أَنْفَقُوا
مِنْ
أَمْوَالِهِمْ
فَالصَّالِحَاتُ
قَانِتَاتٌ
حَافِظَاتٌ
لِلْغَيْبِ
بِمَا حَفِظَ
اللَّهُ
وَاللاتِي تَخَافُونَ
نُشُوزَهُنَّ
فَعِظُوهُنَّ
وَاهْجُرُوهُنَّ
فِي
الْمَضَاجِعِ
وَاضْرِبُوهُنَّ
فَإِنْ
أَطَعْنَكُمْ
فَلا
تَبْغُوا
عَلَيْهِنَّ
سَبِيلا
إِنَّ اللَّهَ
كَانَ
عَلِيًّا
كَبِيرًا
|
34
|
Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya,
maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari
keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan
perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
|
وَإِنْ
خِفْتُمْ
شِقَاقَ
بَيْنِهِمَا
فَابْعَثُوا
حَكَمًا
مِنْ
أَهْلِهِ
وَحَكَمًا
مِنْ أَهْلِهَا
إِنْ
يُرِيدَا
إِصْلاحًا
يُوَفِّقِ اللَّهُ
بَيْنَهُمَا
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ عَلِيمًا
خَبِيرًا
|
35
|
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat,
anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang
jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
|
وَاعْبُدُوا
اللَّهَ
وَلا
تُشْرِكُوا
بِهِ
شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا
وَبِذِي الْقُرْبَى
وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ
وَالْجَارِ
ذِي
الْقُرْبَى
وَالْجَارِ
الْجُنُبِ
وَالصَّاحِبِ
بِالْجَنْبِ
وَابْنِ السَّبِيلِ
وَمَا
مَلَكَتْ
أَيْمَانُكُمْ
إِنَّ
اللَّهَ لا
يُحِبُّ
مَنْ كَانَ مُخْتَالا
فَخُورًا
|
36
|
(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat
kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada
mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang
menghinakan.
|
الَّذِينَ
يَبْخَلُونَ
وَيَأْمُرُونَ
النَّاسَ بِالْبُخْلِ
وَيَكْتُمُونَ
مَا
آتَاهُمُ اللَّهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
وَأَعْتَدْنَا
لِلْكَافِرِينَ
عَذَابًا
مُهِينًا
|
37
|
Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka
karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah
dan kepada hari kemudian. Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi
temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.
|
وَالَّذِينَ
يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ
رِئَاءَ
النَّاسِ وَلا
يُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِ
وَلا
بِالْيَوْمِ
الآخِرِ
وَمَنْ يَكُنِ
الشَّيْطَانُ
لَهُ
قَرِينًا
فَسَاءَ
قَرِينًا
|
38
|
Apakah kemudaratannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada
Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah
diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan
mereka.
|
وَمَاذَا
عَلَيْهِمْ
لَوْ
آمَنُوا
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
وَأَنْفَقُوا
مِمَّا
رَزَقَهُمُ اللَّهُ
وَكَانَ
اللَّهُ
بِهِمْ عَلِيمًا
|
39
|
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar
zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat
gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.
|
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَظْلِمُ
مِثْقَالَ
ذَرَّةٍ
وَإِنْ تَكُ
حَسَنَةً
يُضَاعِفْهَا
وَيُؤْتِ
مِنْ
لَدُنْهُ
أَجْرًا
عَظِيمًا
|
40
|
Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami
mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami
mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).
|
فَكَيْفَ
إِذَا
جِئْنَا
مِنْ كُلِّ
أُمَّةٍ
بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا
بِكَ عَلَى
هَؤُلاءِ
شَهِيدًا
|
41
|
Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai
rasul, ingin supaya mereka disama-ratakan dengan tanah, dan mereka tidak
dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.
|
يَوْمَئِذٍ
يَوَدُّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا وَعَصَوُا
الرَّسُولَ
لَوْ
تُسَوَّى
بِهِمُ
الأرْضُ وَلا
يَكْتُمُونَ
اللَّهَ حَدِيثًا
|
42
|
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu
dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan
pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar
berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam
musafir atau kembali dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh
perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan
tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha
Pemaaf lagi Maha Pengampun.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا لا
تَقْرَبُوا
الصَّلاةَ وَأَنْتُمْ
سُكَارَى
حَتَّى
تَعْلَمُوا
مَا
تَقُولُونَ
وَلا
جُنُبًا
إِلا
عَابِرِي سَبِيلٍ
حَتَّى
تَغْتَسِلُوا
وَإِنْ كُنْتُمْ
مَرْضَى
أَوْ عَلَى
سَفَرٍ أَوْ
جَاءَ أَحَدٌ
مِنْكُمْ
مِنَ
الْغَائِطِ
أَوْ لامَسْتُمُ
النِّسَاءَ
فَلَمْ
تَجِدُوا
مَاءً فَتَيَمَّمُوا
صَعِيدًا
طَيِّبًا
فَامْسَحُوا
بِوُجُوهِكُمْ
وَأَيْدِيكُمْ
إِنَّ اللَّهَ
كَانَ
عَفُوًّا
غَفُورًا
|
43
|
Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian
dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk)
dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang
benar).
|
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِينَ
أُوتُوا
نَصِيبًا
مِنَ الْكِتَابِ
يَشْتَرُونَ
الضَّلالَةَ
وَيُرِيدُونَ
أَنْ
تَضِلُّوا السَّبِيلَ
|
44
|
Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu.
Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi
Penolong (bagimu).
|
وَاللَّهُ
أَعْلَمُ
بِأَعْدَائِكُمْ
وَكَفَى
بِاللَّهِ وَلِيًّا
وَكَفَى
بِاللَّهِ
نَصِيرًا
|
45
|
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari
tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami
tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah"
sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan):
"Raa'ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama.
Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah,
dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih
tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka
tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.
|
مِنَ
الَّذِينَ
هَادُوا
يُحَرِّفُونَ
الْكَلِمَ
عَنْ مَوَاضِعِهِ
وَيَقُولُونَ
سَمِعْنَا
وَعَصَيْنَا
وَاسْمَعْ
غَيْرَ
مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا
لَيًّا
بِأَلْسِنَتِهِمْ
وَطَعْنًا
فِي
الدِّينِ
وَلَوْ
أَنَّهُمْ قَالُوا
سَمِعْنَا
وَأَطَعْنَا
وَاسْمَعْ
وَانْظُرْنَا
لَكَانَ
خَيْرًا
لَهُمْ وَأَقْوَمَ
وَلَكِنْ
لَعَنَهُمُ
اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ
فَلا
يُؤْمِنُونَ
إِلا قَلِيلا
|
46
|
Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu
kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur'an) yang membenarkan Kitab yang
ada pada kamu sebelum Kami merobah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang
atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang
berbuat ma'siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
أُوتُوا
الْكِتَابَ
آمِنُوا بِمَا
نَزَّلْنَا
مُصَدِّقًا
لِمَا مَعَكُمْ
مِنْ قَبْلِ
أَنْ
نَطْمِسَ
وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا
عَلَى
أَدْبَارِهَا
أَوْ نَلْعَنَهُمْ
كَمَا
لَعَنَّا
أَصْحَابَ السَّبْتِ
وَكَانَ
أَمْرُ
اللَّهِ
مَفْعُولا
|
47
|
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang besar.
|
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَغْفِرُ
أَنْ
يُشْرَكَ بِهِ
وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ
ذَلِكَ
لِمَنْ
يَشَاءُ
وَمَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدِ افْتَرَى
إِثْمًا
عَظِيمًا
|
48
|
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya
bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka
tidak dianiaya sedikit pun.
|
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِينَ
يُزَكُّونَ
أَنْفُسَهُمْ
بَلِ
اللَّهُ
يُزَكِّي
مَنْ
يَشَاءُ
وَلا يُظْلَمُونَ
فَتِيلا
|
49
|
Perhatikanlah, betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap
Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).
|
انْظُرْ
كَيْفَ
يَفْتَرُونَ
عَلَى
اللَّهِ
الْكَذِبَ وَكَفَى
بِهِ
إِثْمًا
مُبِينًا
|
50
|
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian
dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada
orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari
orang-orang yang beriman.
|
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِينَ
أُوتُوا نَصِيبًا
مِنَ الْكِتَابِ
يُؤْمِنُونَ
بِالْجِبْتِ
وَالطَّاغُوتِ
وَيَقُولُونَ
لِلَّذِينَ كَفَرُوا
هَؤُلاءِ
أَهْدَى
مِنَ
الَّذِينَ
آمَنُوا
سَبِيلا
|
51
|
Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barang siapa yang
dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong
baginya.
|
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
لَعَنَهُمُ
اللَّهُ وَمَنْ
يَلْعَنِ اللَّهُ
فَلَنْ
تَجِدَ لَهُ
نَصِيرًا
|
52
|
Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)?
Kendati pun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada
manusia,
|
أَمْ
لَهُمْ
نَصِيبٌ
مِنَ
الْمُلْكِ
فَإِذًا لا يُؤْتُونَ
النَّاسَ
نَقِيرًا
|
53
|
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia
yang Allah telah berikan kepadanya? sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab
dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya
kerajaan yang besar.
|
أَمْ
يَحْسُدُونَ
النَّاسَ
عَلَى مَا
آتَاهُمُ
اللَّهُ مِنْ
فَضْلِهِ
فَقَدْ
آتَيْنَا
آلَ إِبْرَاهِيمَ
الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ
وَآتَيْنَاهُمْ
مُلْكًا
عَظِيمًا
|
54
|
Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada
orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang
menghalangi (manusia) beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahanam
yang menyala-nyala apinya.
|
فَمِنْهُمْ
مَنْ آمَنَ
بِهِ
وَمِنْهُمْ
مَنْ صَدَّ عَنْهُ
وَكَفَى
بِجَهَنَّمَ
سَعِيرًا
|
55
|
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak
akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,
Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
|
إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
بِآيَاتِنَا
سَوْفَ نُصْلِيهِمْ
نَارًا
كُلَّمَا
نَضِجَتْ
جُلُودُهُمْ
بَدَّلْنَاهُمْ
جُلُودًا غَيْرَهَا
لِيَذُوقُوا
الْعَذَابَ
إِنَّ اللَّهَ
كَانَ
عَزِيزًا حَكِيمًا
|
56
|
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh,
kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai
istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi
nyaman.
|
وَالَّذِينَ
آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
سَنُدْخِلُهُمْ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي
مِنْ تَحْتِهَا
الأنْهَارُ
خَالِدِينَ
فِيهَا أَبَدًا
لَهُمْ
فِيهَا
أَزْوَاجٌ
مُطَهَّرَةٌ
وَنُدْخِلُهُمْ
ظِلا ظَلِيلا
|
57
|
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara
manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi
pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.
|
إِنَّ
اللَّهَ
يَأْمُرُكُمْ
أَنْ
تُؤَدُّوا
الأمَانَاتِ
إِلَى
أَهْلِهَا
وَإِذَا
حَكَمْتُمْ
بَيْنَ
النَّاسِ
أَنْ
تَحْكُمُوا
بِالْعَدْلِ
إِنَّ
اللَّهَ
نِعِمَّا
يَعِظُكُمْ
بِهِ إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
سَمِيعًا بَصِيرًا
|
58
|
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul
(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
أَطِيعُوا
اللَّهَ وَأَطِيعُوا
الرَّسُولَ
وَأُولِي
الأمْرِ
مِنْكُمْ
فَإِنْ
تَنَازَعْتُمْ
فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ
إِلَى
اللَّهِ
وَالرَّسُولِ
إِنْ
كُنْتُمْ
تُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
ذَلِكَ
خَيْرٌ
وَأَحْسَنُ
تَأْوِيلا
|
59
|
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya
telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang
diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal
mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud
menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
|
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِينَ
يَزْعُمُونَ
أَنَّهُمْ آمَنُوا
بِمَا
أُنْزِلَ
إِلَيْكَ
وَمَا أُنْزِلَ
مِنْ
قَبْلِكَ
يُرِيدُونَ
أَنْ يَتَحَاكَمُوا
إِلَى
الطَّاغُوتِ
وَقَدْ أُمِرُوا
أَنْ
يَكْفُرُوا
بِهِ
وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ
أَنْ
يُضِلَّهُمْ
ضَلالا بَعِيدًا
|
60
|
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk)
kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya
kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya
dari (mendekati) kamu.
|
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمْ
تَعَالَوْا
إِلَى مَا
أَنْزَلَ اللَّهُ
وَإِلَى
الرَّسُولِ
رَأَيْتَ
الْمُنَافِقِينَ
يَصُدُّونَ
عَنْكَ صُدُودًا
|
61
|
Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik)
ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian
mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali
tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang
sempurna".
|
فَكَيْفَ
إِذَا
أَصَابَتْهُمْ
مُصِيبَةٌ بِمَا
قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ
ثُمَّ
جَاءُوكَ
يَحْلِفُونَ
بِاللَّهِ
إِنْ
أَرَدْنَا
إِلا
إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا
|
62
|
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di
dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah
mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada
jiwa mereka.
|
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
يَعْلَمُ
اللَّهُ مَا
فِي قُلُوبِهِمْ
فَأَعْرِضْ
عَنْهُمْ
وَعِظْهُمْ
وَقُلْ
لَهُمْ فِي
أَنْفُسِهِمْ
قَوْلا بَلِيغًا
|
63
|
Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati
dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang
kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun
untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha
Penyayang.
|
وَمَا
أَرْسَلْنَا
مِنْ
رَسُولٍ
إِلا لِيُطَاعَ
بِإِذْنِ اللَّهِ
وَلَوْ
أَنَّهُمْ
إِذْ ظَلَمُوا
أَنْفُسَهُمْ
جَاءُوكَ
فَاسْتَغْفَرُوا
اللَّهَ
وَاسْتَغْفَرَ
لَهُمُ
الرَّسُولُ
لَوَجَدُوا
اللَّهَ
تَوَّابًا رَحِيمًا
|
64
|
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan
yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
|
فَلا
وَرَبِّكَ
لا
يُؤْمِنُونَ
حَتَّى يُحَكِّمُوكَ
فِيمَا
شَجَرَ
بَيْنَهُمْ
ثُمَّ لا
يَجِدُوا
فِي
أَنْفُسِهِمْ
حَرَجًا
مِمَّا قَضَيْتَ
وَيُسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا
|
65
|
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka:
"Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya
mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan
sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada
mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih
menguatkan (iman mereka),
|
وَلَوْ
أَنَّا
كَتَبْنَا
عَلَيْهِمْ
أَنِ اقْتُلُوا
أَنْفُسَكُمْ
أَوِ
اخْرُجُوا
مِنْ دِيَارِكُمْ
مَا
فَعَلُوهُ
إِلا
قَلِيلٌ
مِنْهُمْ وَلَوْ
أَنَّهُمْ
فَعَلُوا
مَا
يُوعَظُونَ
بِهِ
لَكَانَ
خَيْرًا
لَهُمْ
وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
|
66
|
dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang
besar dari sisi Kami,
|
وَإِذًا
لآتَيْنَاهُمْ
مِنْ
لَدُنَّا
أَجْرًا عَظِيمًا
|
67
|
dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
|
وَلَهَدَيْنَاهُمْ
صِرَاطًا
مُسْتَقِيمًا
|
68
|
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu
akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,
yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan
orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
|
وَمَنْ
يُطِعِ
اللَّهَ
وَالرَّسُولَ
فَأُولَئِكَ
مَعَ الَّذِينَ
أَنْعَمَ
اللَّهُ
عَلَيْهِمْ
مِنَ
النَّبِيِّينَ
وَالصِّدِّيقِينَ
وَالشُّهَدَاءِ
وَالصَّالِحِينَ
وَحَسُنَ
أُولَئِكَ
رَفِيقًا
|
69
|
Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup
mengetahui.
|
ذَلِكَ
الْفَضْلُ
مِنَ اللَّهِ
وَكَفَى
بِاللَّهِ عَلِيمًا
|
70
|
Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah
(ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
خُذُوا حِذْرَكُمْ
فَانْفِرُوا
ثُبَاتٍ
أَوِ
انْفِرُوا
جَمِيعًا
|
71
|
Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat
berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia
berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya
karena saya tidak ikut berperang bersama mereka".
|
وَإِنَّ
مِنْكُمْ
لَمَنْ
لَيُبَطِّئَنَّ
فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ
مُصِيبَةٌ
قَالَ قَدْ
أَنْعَمَ
اللَّهُ
عَلَيَّ
إِذْ لَمْ
أَكُنْ مَعَهُمْ
شَهِيدًا
|
72
|
Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah,
tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang
antara kamu dengan dia: "Wahai, kiranya saya ada bersama-sama mereka,
tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)".
|
وَلَئِنْ
أَصَابَكُمْ
فَضْلٌ مِنَ
اللَّهِ
لَيَقُولَنَّ
كَأَنْ لَمْ
تَكُنْ
بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ
يَا
لَيْتَنِي
كُنْتُ
مَعَهُمْ فَأَفُوزَ
فَوْزًا
عَظِيمًا
|
73
|
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia
dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang
di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami
berikan kepadanya pahala yang besar.
|
فَلْيُقَاتِلْ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
الَّذِينَ
يَشْرُونَ الْحَيَاةَ
الدُّنْيَا
بِالآخِرَةِ
وَمَنْ
يُقَاتِلْ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ فَيُقْتَلْ
أَوْ
يَغْلِبْ
فَسَوْفَ
نُؤْتِيهِ
أَجْرًا
عَظِيمًا
|
74
|
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela)
orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang
semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini
(Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau,
dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".
|
وَمَا
لَكُمْ لا
تُقَاتِلُونَ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَالْمُسْتَضْعَفِينَ
مِنَ
الرِّجَالِ
وَالنِّسَاءِ
وَالْوِلْدَانِ
الَّذِينَ يَقُولُونَ
رَبَّنَا
أَخْرِجْنَا
مِنْ هَذِهِ
الْقَرْيَةِ
الظَّالِمِ
أَهْلُهَا وَاجْعَل
لَنَا مِنْ
لَدُنْكَ
وَلِيًّا وَاجْعَل
لَنَا مِنْ
لَدُنْكَ نَصِيرًا
|
75
|
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang
yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan setan
itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
|
الَّذِينَ
آمَنُوا
يُقَاتِلُونَ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ وَالَّذِينَ
كَفَرُوا
يُقَاتِلُونَ
فِي سَبِيلِ
الطَّاغُوتِ
فَقَاتِلُوا
أَوْلِيَاءَ
الشَّيْطَانِ
إِنَّ
كَيْدَ الشَّيْطَانِ
كَانَ
ضَعِيفًا
|
76
|
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada
mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan
tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang,
tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia
(musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu
takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan
berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang)
kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia
ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa
dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.
|
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِينَ
قِيلَ
لَهُمْ
كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ
وَأَقِيمُوا
الصَّلاةَ
وَآتُوا
الزَّكَاةَ
فَلَمَّا
كُتِبَ
عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ
إِذَا
فَرِيقٌ
مِنْهُمْ
يَخْشَوْنَ
النَّاسَ
كَخَشْيَةِ
اللَّهِ
أَوْ أَشَدَّ
خَشْيَةً
وَقَالُوا
رَبَّنَا
لِمَ
كَتَبْتَ
عَلَيْنَا
الْقِتَالَ
لَوْلا أَخَّرْتَنَا
إِلَى
أَجَلٍ
قَرِيبٍ
قُلْ مَتَاعُ
الدُّنْيَا
قَلِيلٌ
وَالآخِرَةُ
خَيْرٌ
لِمَنِ
اتَّقَى
وَلا
تُظْلَمُونَ
فَتِيلا
|
77
|
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,
kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka
memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi
Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan:
"Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah:
"Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu
(orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?
|
أَيْنَمَا
تَكُونُوا
يُدْرِكُكُمُ
الْمَوْتُ
وَلَوْ كُنْتُمْ
فِي بُرُوجٍ
مُشَيَّدَةٍ
وَإِنْ تُصِبْهُمْ
حَسَنَةٌ
يَقُولُوا
هَذِهِ مِنْ
عِنْدِ
اللَّهِ
وَإِنْ
تُصِبْهُمْ
سَيِّئَةٌ
يَقُولُوا
هَذِهِ مِنْ
عِنْدِكَ قُلْ
كُلٌّ مِنْ
عِنْدِ
اللَّهِ
فَمَالِ هَؤُلاءِ
الْقَوْمِ
لا
يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ
حَدِيثًا
|
78
|
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa
saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami
mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi
saksi.
|
مَا
أَصَابَكَ
مِنْ
حَسَنَةٍ
فَمِنَ اللَّهِ
وَمَا أَصَابَكَ
مِنْ
سَيِّئَةٍ
فَمِنْ
نَفْسِكَ
وَأَرْسَلْنَاكَ
لِلنَّاسِ
رَسُولا وَكَفَى
بِاللَّهِ
شَهِيدًا
|
79
|
Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah
menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami
tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
|
مَنْ
يُطِعِ
الرَّسُولَ
فَقَدْ
أَطَاعَ اللَّهَ
وَمَنْ تَوَلَّى
فَمَا
أَرْسَلْنَاكَ
عَلَيْهِمْ
حَفِيظًا
|
80
|
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami
hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu,
sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan)
lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka
atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah
kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
|
وَيَقُولُونَ
طَاعَةٌ
فَإِذَا
بَرَزُوا مِنْ
عِنْدِكَ بَيَّتَ
طَائِفَةٌ
مِنْهُمْ
غَيْرَ
الَّذِي
تَقُولُ
وَاللَّهُ
يَكْتُبُ
مَا يُبَيِّتُونَ
فَأَعْرِضْ
عَنْهُمْ
وَتَوَكَّلْ
عَلَى
اللَّهِ
وَكَفَى
بِاللَّهِ وَكِيلا
|
81
|
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya
Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan
yang banyak di dalamnya.
|
أَفَلا
يَتَدَبَّرُونَ
الْقُرْآنَ
وَلَوْ كَانَ
مِنْ عِنْدِ
غَيْرِ
اللَّهِ
لَوَجَدُوا
فِيهِ اخْتِلافًا
كَثِيرًا
|
82
|
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan
atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya
kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin
mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan
Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu,
tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).
|
وَإِذَا
جَاءَهُمْ
أَمْرٌ مِنَ
الأمْنِ أَوِ
الْخَوْفِ أَذَاعُوا
بِهِ وَلَوْ
رَدُّوهُ
إِلَى الرَّسُولِ
وَإِلَى
أُولِي
الأمْرِ
مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ
الَّذِينَ
يَسْتَنْبِطُونَهُ
مِنْهُمْ
وَلَوْلا
فَضْلُ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُ
لاتَّبَعْتُمُ
الشَّيْطَانَ
إِلا
قَلِيلا
|
83
|
Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani
melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin
(untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang
kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).
|
فَقَاتِلْ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ لا
تُكَلَّفُ
إِلا نَفْسَكَ
وَحَرِّضِ
الْمُؤْمِنِينَ
عَسَى
اللَّهُ
أَنْ
يَكُفَّ
بَأْسَ
الَّذِينَ كَفَرُوا
وَاللَّهُ
أَشَدُّ
بَأْسًا
وَأَشَدُّ
تَنْكِيلا
|
84
|
Barang siapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan
memperoleh bahagian (pahala) daripadanya. Dan barang siapa yang memberi
syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) daripadanya.
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
|
مَنْ
يَشْفَعْ
شَفَاعَةً
حَسَنَةً
يَكُنْ لَهُ
نَصِيبٌ مِنْهَا
وَمَنْ
يَشْفَعْ
شَفَاعَةً
سَيِّئَةً
يَكُنْ لَهُ
كِفْلٌ
مِنْهَا
وَكَانَ اللَّهُ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ
مُقِيتًا
|
85
|
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah
penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).
Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.
|
وَإِذَا
حُيِّيتُمْ
بِتَحِيَّةٍ
فَحَيُّوا
بِأَحْسَنَ مِنْهَا
أَوْ
رُدُّوهَا
إِنَّ
اللَّهَ
كَانَ عَلَى
كُلِّ
شَيْءٍ حَسِيبًا
|
86
|
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada
keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya)
daripada Allah.
|
اللَّهُ
لا إِلَهَ
إِلا هُوَ
لَيَجْمَعَنَّكُمْ
إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ
لا رَيْبَ
فِيهِ وَمَنْ
أَصْدَقُ
مِنَ
اللَّهِ حَدِيثًا
|
87
|
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi)
orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran,
disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk
kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa yang disesatkan
Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk)
kepadanya.
|
فَمَا
لَكُمْ فِي
الْمُنَافِقِينَ
فِئَتَيْنِ
وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ
بِمَا
كَسَبُوا
أَتُرِيدُونَ
أَنْ
تَهْدُوا
مَنْ
أَضَلَّ
اللَّهُ وَمَنْ
يُضْلِلِ
اللَّهُ
فَلَنْ
تَجِدَ لَهُ
سَبِيلا
|
88
|
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah
menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu
jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada
jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana
saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka
pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,
|
وَدُّوا
لَوْ
تَكْفُرُونَ
كَمَا
كَفَرُوا فَتَكُونُونَ
سَوَاءً
فَلا
تَتَّخِذُوا
مِنْهُمْ
أَوْلِيَاءَ
حَتَّى
يُهَاجِرُوا
فِي سَبِيلِ اللَّهِ
فَإِنْ
تَوَلَّوْا
فَخُذُوهُمْ
وَاقْتُلُوهُمْ
حَيْثُ
وَجَدْتُمُوهُمْ
وَلا تَتَّخِذُوا
مِنْهُمْ
وَلِيًّا
وَلا نَصِيرًا
|
89
|
kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu
kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau
orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk
memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia
memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka
memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu
serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu
(untuk menawan dan membunuh) mereka.
|
إِلا
الَّذِينَ
يَصِلُونَ
إِلَى
قَوْمٍ بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَهُمْ
مِيثَاقٌ
أَوْ
جَاءُوكُمْ
حَصِرَتْ
صُدُورُهُمْ
أَنْ
يُقَاتِلُوكُمْ
أَوْ
يُقَاتِلُوا
قَوْمَهُمْ
وَلَوْ شَاءَ
اللَّهُ
لَسَلَّطَهُمْ
عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ
فَإِنِ
اعْتَزَلُوكُمْ
فَلَمْ
يُقَاتِلُوكُمْ
وَأَلْقَوْا
إِلَيْكُمُ
السَّلَمَ
فَمَا
جَعَلَ
اللَّهُ
لَكُمْ
عَلَيْهِمْ
سَبِيلا
|
90
|
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang
bermaksud supaya mereka aman daripada kamu dan aman (pula) dari kaumnya.
Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke
dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau
mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari
memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu
menemui mereka, dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan
yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.
|
سَتَجِدُونَ
آخَرِينَ
يُرِيدُونَ
أَنْ يَأْمَنُوكُمْ
وَيَأْمَنُوا
قَوْمَهُمْ
كُلَّمَا
رُدُّوا
إِلَى
الْفِتْنَةِ
أُرْكِسُوا
فِيهَا فَإِنْ
لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ
وَيُلْقُوا
إِلَيْكُمُ السَّلَمَ
وَيَكُفُّوا
أَيْدِيَهُمْ
فَخُذُوهُمْ
وَاقْتُلُوهُمْ
حَيْثُ
ثَقِفْتُمُوهُمْ
وَأُولَئِكُمْ
جَعَلْنَا
لَكُمْ
عَلَيْهِمْ
سُلْطَانًا مُبِينًا
|
91
|
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang
lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh
seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba
sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya
(si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika
ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka
(hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia
(si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka
dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan
kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin.
Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh)
berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
|
وَمَا
كَانَ
لِمُؤْمِنٍ
أَنْ
يَقْتُلَ
مُؤْمِنًا
إِلا خَطَأً
وَمَنْ
قَتَلَ
مُؤْمِنًا
خَطَأً فَتَحْرِيرُ
رَقَبَةٍ
مُؤْمِنَةٍ
وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ
إِلَى
أَهْلِهِ
إِلا أَنْ
يَصَّدَّقُوا
فَإِنْ
كَانَ مِنْ
قَوْمٍ عَدُوٍّ
لَكُمْ
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَتَحْرِيرُ
رَقَبَةٍ
مُؤْمِنَةٍ
وَإِنْ
كَانَ مِنْ قَوْمٍ
بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَهُمْ
مِيثَاقٌ
فَدِيَةٌ
مُسَلَّمَةٌ
إِلَى
أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ
رَقَبَةٍ
مُؤْمِنَةٍ
فَمَنْ لَمْ
يَجِدْ فَصِيَامُ
شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ
تَوْبَةً
مِنَ
اللَّهِ وَكَانَ
اللَّهُ
عَلِيمًا حَكِيمًا
|
92
|
Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja,
maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya,
dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
|
وَمَنْ
يَقْتُلْ
مُؤْمِنًا
مُتَعَمِّدًا
فَجَزَاؤُهُ
جَهَنَّمُ
خَالِدًا
فِيهَا
وَغَضِبَ
اللَّهُ
عَلَيْهِ
وَلَعَنَهُ
وَأَعَدَّ
لَهُ عَذَابًا
عَظِيمًا
|
93
|
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di
jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang
mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin"
(lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di
dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan
kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
إِذَا ضَرَبْتُمْ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
فَتَبَيَّنُوا
وَلا
تَقُولُوا لِمَنْ
أَلْقَى
إِلَيْكُمُ
السَّلامَ لَسْتَ
مُؤْمِنًا
تَبْتَغُونَ
عَرَضَ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
فَعِنْدَ
اللَّهِ مَغَانِمُ
كَثِيرَةٌ
كَذَلِكَ
كُنْتُمْ مِنْ
قَبْلُ
فَمَنَّ
اللَّهُ
عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا
إِنَّ
اللَّهَ كَانَ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرًا
|
94
|
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut
berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di
jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang
yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu
derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik
(surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk
dengan pahala yang besar,
|
لا
يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ
مِنَ
الْمُؤْمِنِينَ
غَيْرُ أُولِي
الضَّرَرِ
وَالْمُجَاهِدُونَ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
بِأَمْوَالِهِمْ
وَأَنْفُسِهِمْ
فَضَّلَ
اللَّهُ
الْمُجَاهِدِينَ
بِأَمْوَالِهِمْ
وَأَنْفُسِهِمْ
عَلَى
الْقَاعِدِينَ
دَرَجَةً
وَكُلا وَعَدَ
اللَّهُ
الْحُسْنَى
وَفَضَّلَ
اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ
عَلَى
الْقَاعِدِينَ
أَجْرًا
عَظِيمًا
|
95
|
(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
دَرَجَاتٍ
مِنْهُ
وَمَغْفِرَةً
وَرَحْمَةً
وَكَانَ اللَّهُ
غَفُورًا
رَحِيمًا
|
96
|
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan
menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam
keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami
orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata:
"Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi
itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu
seburuk-buruk tempat kembali,
|
إِنَّ
الَّذِينَ
تَوَفَّاهُمُ
الْمَلائِكَةُ
ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ
قَالُوا
فِيمَ
كُنْتُمْ
قَالُوا
كُنَّا
مُسْتَضْعَفِينَ
فِي الأرْضِ قَالُوا
أَلَمْ
تَكُنْ
أَرْضُ
اللَّهِ وَاسِعَةً
فَتُهَاجِرُوا
فِيهَا
فَأُولَئِكَ
مَأْوَاهُمْ
جَهَنَّمُ
وَسَاءَتْ
مَصِيرًا
|
97
|
kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita atau
pun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan
(untuk hijrah),
|
إِلا
الْمُسْتَضْعَفِينَ
مِنَ
الرِّجَالِ
وَالنِّسَاءِ
وَالْوِلْدَانِ
لا
يَسْتَطِيعُونَ
حِيلَةً
وَلا يَهْتَدُونَ
سَبِيلا
|
98
|
mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah
Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
|
فَأُولَئِكَ
عَسَى
اللَّهُ
أَنْ
يَعْفُوَ عَنْهُمْ
وَكَانَ
اللَّهُ
عَفُوًّا
غَفُورًا
|
99
|
Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati
di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa
keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya,
kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka
sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
|
وَمَنْ
يُهَاجِرْ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ يَجِدْ
فِي الأرْضِ
مُرَاغَمًا
كَثِيرًا
وَسَعَةً وَمَنْ
يَخْرُجْ
مِنْ
بَيْتِهِ
مُهَاجِرًا إِلَى
اللَّهِ
وَرَسُولِهِ
ثُمَّ
يُدْرِكْهُ
الْمَوْتُ
فَقَدْ
وَقَعَ
أَجْرُهُ عَلَى
اللَّهِ
وَكَانَ
اللَّهُ
غَفُورًا رَحِيمًا
|
100
|
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa
kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir.
Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
|
وَإِذَا
ضَرَبْتُمْ
فِي الأرْضِ
فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ
جُنَاحٌ
أَنْ
تَقْصُرُوا
مِنَ
الصَّلاةِ إِنْ
خِفْتُمْ
أَنْ
يَفْتِنَكُمُ
الَّذِينَ كَفَرُوا
إِنَّ
الْكَافِرِينَ
كَانُوا لَكُمْ
عَدُوًّا
مُبِينًا
|
101
|
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu
kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan
dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian
apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat),
maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan
hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu
bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan
menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap
senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan
tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat
sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan
siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang
menghinakan bagi orang-orang kafir itu.
|
وَإِذَا
كُنْتَ
فِيهِمْ
فَأَقَمْتَ
لَهُمُ
الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ
طَائِفَةٌ
مِنْهُمْ
مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا
أَسْلِحَتَهُمْ
فَإِذَا سَجَدُوا
فَلْيَكُونُوا
مِنْ
وَرَائِكُمْ
وَلْتَأْتِ
طَائِفَةٌ
أُخْرَى
لَمْ يُصَلُّوا
فَلْيُصَلُّوا
مَعَكَ
وَلْيَأْخُذُوا
حِذْرَهُمْ
وَأَسْلِحَتَهُمْ
وَدَّ الَّذِينَ
كَفَرُوا
لَوْ
تَغْفُلُونَ
عَنْ
أَسْلِحَتِكُمْ
وَأَمْتِعَتِكُمْ
فَيَمِيلُونَ
عَلَيْكُمْ
مَيْلَةً
وَاحِدَةً
وَلا
جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ
إِنْ كَانَ بِكُمْ
أَذًى مِنْ
مَطَرٍ أَوْ
كُنْتُمْ مَرْضَى
أَنْ
تَضَعُوا
أَسْلِحَتَكُمْ
وَخُذُوا
حِذْرَكُمْ
إِنَّ اللَّهَ
أَعَدَّ
لِلْكَافِرِينَ
عَذَابًا مُهِينًا
|
102
|
Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah
di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila
kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa).
Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas
orang-orang yang beriman.
|
فَإِذَا
قَضَيْتُمُ
الصَّلاةَ
فَاذْكُرُوا
اللَّهَ قِيَامًا
وَقُعُودًا
وَعَلَى
جُنُوبِكُمْ
فَإِذَا
اطْمَأْنَنْتُمْ
فَأَقِيمُوا
الصَّلاةَ
إِنَّ
الصَّلاةَ
كَانَتْ
عَلَى
الْمُؤْمِنِينَ
كِتَابًا مَوْقُوتًا
|
103
|
Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu).
Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita
kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari
Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.
|
وَلا
تَهِنُوا
فِي
ابْتِغَاءِ
الْقَوْمِ إِنْ
تَكُونُوا تَأْلَمُونَ
فَإِنَّهُمْ
يَأْلَمُونَ
كَمَا
تَأْلَمُونَ
وَتَرْجُونَ
مِنَ اللَّهِ
مَا لا
يَرْجُونَ وَكَانَ
اللَّهُ
عَلِيمًا
حَكِيمًا
|
104
|
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa
kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah
wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak
bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,
|
إِنَّا
أَنْزَلْنَا
إِلَيْكَ
الْكِتَابَ بِالْحَقِّ
لِتَحْكُمَ
بَيْنَ
النَّاسِ
بِمَا
أَرَاكَ
اللَّهُ
وَلا تَكُنْ
لِلْخَائِنِينَ
خَصِيمًا
|
105
|
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
وَاسْتَغْفِرِ
اللَّهَ
إِنَّ
اللَّهَ كَانَ
غَفُورًا رَحِيمًا
|
106
|
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang
mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,
|
وَلا
تُجَادِلْ
عَنِ
الَّذِينَ
يَخْتَانُونَ
أَنْفُسَهُمْ
إِنَّ
اللَّهَ لا
يُحِبُّ مَنْ
كَانَ
خَوَّانًا
أَثِيمًا
|
107
|
mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi
dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka
menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridai. Dan adalah Allah Maha
Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.
|
يَسْتَخْفُونَ
مِنَ
النَّاسِ
وَلا
يَسْتَخْفُونَ
مِنَ اللَّهِ
وَهُوَ
مَعَهُمْ
إِذْ
يُبَيِّتُونَ
مَا لا
يَرْضَى
مِنَ
الْقَوْلِ
وَكَانَ اللَّهُ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
مُحِيطًا
|
108
|
Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat
untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan
mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang
jadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?
|
هَا
أَنْتُمْ
هَؤُلاءِ
جَادَلْتُمْ
عَنْهُمْ
فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
فَمَنْ
يُجَادِلُ
اللَّهَ
عَنْهُمْ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
أَمْ مَنْ
يَكُونُ
عَلَيْهِمْ
وَكِيلا
|
109
|
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya
dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
|
وَمَنْ
يَعْمَلْ
سُوءًا أَوْ
يَظْلِمْ
نَفْسَهُ
ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ
اللَّهَ
يَجِدِ
اللَّهَ غَفُورًا
رَحِيمًا
|
110
|
Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia
mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana.
|
وَمَنْ
يَكْسِبْ
إِثْمًا
فَإِنَّمَا
يَكْسِبُهُ
عَلَى نَفْسِهِ
وَكَانَ
اللَّهُ
عَلِيمًا
حَكِيمًا
|
111
|
Dan barang siapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian
dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah
berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
|
وَمَنْ
يَكْسِبْ
خَطِيئَةً
أَوْ
إِثْمًا ثُمَّ
يَرْمِ بِهِ
بَرِيئًا
فَقَدِ
احْتَمَلَ
بُهْتَانًا
وَإِثْمًا
مُبِينًا
|
112
|
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu,
tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu.
Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak
dapat membahayakanmu sedikit pun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah
menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang
belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.
|
وَلَوْلا
فَضْلُ
اللَّهِ
عَلَيْكَ
وَرَحْمَتُهُ
لَهَمَّتْ
طَائِفَةٌ
مِنْهُمْ
أَنْ يُضِلُّوكَ
وَمَا
يُضِلُّونَ
إِلا
أَنْفُسَهُمْ
وَمَا
يَضُرُّونَكَ
مِنْ شَيْءٍ
وَأَنْزَلَ
اللَّهُ
عَلَيْكَ
الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
وَعَلَّمَكَ
مَا لَمْ
تَكُنْ
تَعْلَمُ
وَكَانَ
فَضْلُ
اللَّهِ عَلَيْكَ
عَظِيمًا
|
113
|
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka,
kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah,
atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang
siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami
memberi kepadanya pahala yang besar.
|
لا
خَيْرَ فِي
كَثِيرٍ
مِنْ
نَجْوَاهُمْ
إِلا مَنْ أَمَرَ
بِصَدَقَةٍ
أَوْ
مَعْرُوفٍ
أَوْ إِصْلاحٍ
بَيْنَ
النَّاسِ
وَمَنْ
يَفْعَلْ ذَلِكَ
ابْتِغَاءَ
مَرْضَاةِ
اللَّهِ فَسَوْفَ
نُؤْتِيهِ
أَجْرًا عَظِيمًا
|
114
|
Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran
baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami
biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami
masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.
|
وَمَنْ
يُشَاقِقِ
الرَّسُولَ
مِنْ بَعْدِ مَا
تَبَيَّنَ لَهُ
الْهُدَى
وَيَتَّبِعْ
غَيْرَ
سَبِيلِ
الْمُؤْمِنِينَ
نُوَلِّهِ
مَا
تَوَلَّى وَنُصْلِهِ
جَهَنَّمَ
وَسَاءَتْ
مَصِيرًا
|
115
|
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan
(sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu
bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu)
dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
|
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَغْفِرُ
أَنْ
يُشْرَكَ بِهِ
وَيَغْفِرُ
مَا دُونَ
ذَلِكَ
لِمَنْ
يَشَاءُ
وَمَنْ
يُشْرِكْ
بِاللَّهِ
فَقَدْ ضَلَّ
ضَلالا
بَعِيدًا
|
116
|
Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala,
dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan
yang durhaka,
|
إِنْ
يَدْعُونَ
مِنْ
دُونِهِ
إِلا
إِنَاثًا
وَإِنْ يَدْعُونَ
إِلا
شَيْطَانًا
مَرِيدًا
|
117
|
yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan: "Saya
benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah
ditentukan (untuk saya),
|
لَعَنَهُ
اللَّهُ
وَقَالَ
لأتَّخِذَنَّ
مِنْ
عِبَادِكَ نَصِيبًا
مَفْرُوضًا
|
118
|
dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan
angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong
telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan
akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka
merobahnya". Barang siapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain
Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
|
وَلأضِلَّنَّهُمْ
وَلأمَنِّيَنَّهُمْ
وَلآمُرَنَّهُمْ
فَلَيُبَتِّكُنَّ
آذَانَ
الأنْعَامِ
وَلآمُرَنَّهُمْ
فَلَيُغَيِّرُنَّ
خَلْقَ اللَّهِ
وَمَنْ
يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ
وَلِيًّا
مِنْ دُونِ
اللَّهِ فَقَدْ
خَسِرَ خُسْرَانًا
مُبِينًا
|
119
|
Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan
angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada
mereka selain dari tipuan belaka.
|
يَعِدُهُمْ
وَيُمَنِّيهِمْ
وَمَا
يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ
إِلا
غُرُورًا
|
120
|
Mereka itu tempatnya Jahanam dan mereka tidak memperoleh tempat
lari daripadanya.
|
أُولَئِكَ
مَأْوَاهُمْ
جَهَنَّمُ
وَلا يَجِدُونَ
عَنْهَا مَحِيصًا
|
121
|
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak
akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang
benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
|
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
سَنُدْخِلُهُمْ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي
مِنْ تَحْتِهَا
الأنْهَارُ
خَالِدِينَ
فِيهَا أَبَدًا
وَعْدَ
اللَّهِ
حَقًّا
وَمَنْ أَصْدَقُ
مِنَ
اللَّهِ
قِيلا
|
122
|
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang
kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa yang
mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu
dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari
Allah.
|
لَيْسَ
بِأَمَانِيِّكُمْ
وَلا
أَمَانِيِّ
أَهْلِ الْكِتَابِ
مَنْ
يَعْمَلْ
سُوءًا
يُجْزَ بِهِ
وَلا يَجِدْ
لَهُ مِنْ
دُونِ
اللَّهِ وَلِيًّا
وَلا
نَصِيرًا
|
123
|
Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki
maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam
surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.
|
وَمَنْ
يَعْمَلْ
مِنَ
الصَّالِحَاتِ
مِنْ ذَكَرٍ
أَوْ أُنْثَى
وَهُوَ
مُؤْمِنٌ
فَأُولَئِكَ
يَدْخُلُونَ
الْجَنَّةَ
وَلا يُظْلَمُونَ
نَقِيرًا
|
124
|
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia
mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi
kesayangan-Nya.
|
وَمَنْ
أَحْسَنُ
دِينًا
مِمَّنْ
أَسْلَمَ وَجْهَهُ
لِلَّهِ
وَهُوَ
مُحْسِنٌ
وَاتَّبَعَ
مِلَّةَ
إِبْرَاهِيمَ
حَنِيفًا
وَاتَّخَذَ اللَّهُ
إِبْرَاهِيمَ
خَلِيلا
|
125
|
Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan
adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.
|
وَلِلَّهِ
مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي
الأرْضِ وَكَانَ
اللَّهُ
بِكُلِّ
شَيْءٍ
مُحِيطًا
|
126
|
Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah:
"Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan
kepadamu dalam Al Qur'an (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang
kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang
kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah.
Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil.
Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah
Maha Mengetahuinya".
|
وَيَسْتَفْتُونَكَ
فِي النِّسَاءِ
قُلِ
اللَّهُ يُفْتِيكُمْ
فِيهِنَّ
وَمَا
يُتْلَى
عَلَيْكُمْ
فِي
الْكِتَابِ
فِي
يَتَامَى النِّسَاءِ
اللاتِي لا
تُؤْتُونَهُنَّ
مَا كُتِبَ
لَهُنَّ
وَتَرْغَبُونَ
أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ
وَالْمُسْتَضْعَفِينَ
مِنَ
الْوِلْدَانِ
وَأَنْ
تَقُومُوا لِلْيَتَامَى
بِالْقِسْطِ
وَمَا
تَفْعَلُوا
مِنْ خَيْرٍ
فَإِنَّ
اللَّهَ
كَانَ بِهِ عَلِيمًا
|
127
|
Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak
acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian
yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun
manusia itu menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu bergaul dengan istrimu
secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka
sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
|
وَإِنِ
امْرَأَةٌ
خَافَتْ
مِنْ
بَعْلِهَا
نُشُوزًا
أَوْ إِعْرَاضًا
فَلا
جُنَاحَ
عَلَيْهِمَا
أَنْ
يُصْلِحَا
بَيْنَهُمَا
صُلْحًا وَالصُّلْحُ
خَيْرٌ
وَأُحْضِرَتِ
الأنْفُسُ
الشُّحَّ
وَإِنْ
تُحْسِنُوا
وَتَتَّقُوا
فَإِنَّ
اللَّهَ
كَانَ بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرًا
|
128
|
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara
istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu
janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu
biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan
memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
|
وَلَنْ
تَسْتَطِيعُوا
أَنْ
تَعْدِلُوا
بَيْنَ
النِّسَاءِ وَلَوْ
حَرَصْتُمْ
فَلا
تَمِيلُوا
كُلَّ الْمَيْلِ
فَتَذَرُوهَا
كَالْمُعَلَّقَةِ
وَإِنْ
تُصْلِحُوا
وَتَتَّقُوا
فَإِنَّ اللَّهَ
كَانَ
غَفُورًا رَحِيمًا
|
129
|
Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada
masing-masing dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas
(karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
|
وَإِنْ
يَتَفَرَّقَا
يُغْنِ
اللَّهُ
كُلا مِنْ
سَعَتِهِ وَكَانَ
اللَّهُ
وَاسِعًا
حَكِيمًا
|
130
|
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan
sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum
kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu
kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di
bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
|
وَلِلَّهِ
مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي
الأرْضِ وَلَقَدْ
وَصَّيْنَا
الَّذِينَ
أُوتُوا الْكِتَابَ
مِنْ
قَبْلِكُمْ
وَإِيَّاكُمْ
أَنِ
اتَّقُوا
اللَّهَ
وَإِنْ
تَكْفُرُوا فَإِنَّ
لِلَّهِ مَا
فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي
الأرْضِ
وَكَانَ
اللَّهُ
غَنِيًّا
حَمِيدًا
|
131
|
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi.
Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
|
وَلِلَّهِ
مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي
الأرْضِ وَكَفَى
بِاللَّهِ
وَكِيلا
|
132
|
Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai
manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah
Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
|
إِنْ
يَشَأْ
يُذْهِبْكُمْ
أَيُّهَا
النَّاسُ
وَيَأْتِ بِآخَرِينَ
وَكَانَ
اللَّهُ
عَلَى
ذَلِكَ قَدِيرًا
|
133
|
Barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia
merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.
|
مَنْ
كَانَ
يُرِيدُ
ثَوَابَ
الدُّنْيَا
فَعِنْدَ
اللَّهِ ثَوَابُ
الدُّنْيَا
وَالآخِرَةِ
وَكَانَ اللَّهُ
سَمِيعًا
بَصِيرًا
|
134
|
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang
benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap
dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun
miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti
hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar
balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah
adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
كُونُوا قَوَّامِينَ
بِالْقِسْطِ
شُهَدَاءَ
لِلَّهِ
وَلَوْ عَلَى
أَنْفُسِكُمْ
أَوِ
الْوَالِدَيْنِ
وَالأقْرَبِينَ
إِنْ يَكُنْ
غَنِيًّا
أَوْ
فَقِيرًا
فَاللَّهُ
أَوْلَى
بِهِمَا فَلا
تَتَّبِعُوا
الْهَوَى
أَنْ
تَعْدِلُوا
وَإِنْ
تَلْوُوا
أَوْ
تُعْرِضُوا
فَإِنَّ اللَّهَ
كَانَ بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرًا
|
135
|
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah
dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta
kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang
itu telah sesat sejauh-jauhnya.
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
آمِنُوا بِاللَّهِ
وَرَسُولِهِ
وَالْكِتَابِ
الَّذِي
نَزَّلَ
عَلَى
رَسُولِهِ
وَالْكِتَابِ
الَّذِي أَنْزَلَ
مِنْ قَبْلُ
وَمَنْ
يَكْفُرْ
بِاللَّهِ
وَمَلائِكَتِهِ
وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
فَقَدْ ضَلَّ
ضَلالا
بَعِيدًا
|
136
|
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian
beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka
sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula)
menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
|
إِنَّ
الَّذِينَ
آمَنُوا
ثُمَّ
كَفَرُوا ثُمَّ
آمَنُوا ثُمَّ
كَفَرُوا
ثُمَّ
ازْدَادُوا
كُفْرًا لَمْ
يَكُنِ
اللَّهُ
لِيَغْفِرَ
لَهُمْ وَلا
لِيَهْدِيَهُمْ
سَبِيلا
|
137
|
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan
mendapat siksaan yang pedih,
|
بَشِّرِ
الْمُنَافِقِينَ
بِأَنَّ
لَهُمْ عَذَابًا
أَلِيمًا
|
138
|
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi
teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka
mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan
kepunyaan Allah.
|
الَّذِينَ
يَتَّخِذُونَ
الْكَافِرِينَ
أَوْلِيَاءَ
مِنْ دُونِ
الْمُؤْمِنِينَ
أَيَبْتَغُونَ
عِنْدَهُمُ
الْعِزَّةَ
فَإِنَّ
الْعِزَّةَ لِلَّهِ
جَمِيعًا
|
139
|
Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al
Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan
diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta
mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya
(kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.
Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan
orang-orang kafir di dalam Jahanam,
|
وَقَدْ
نَزَّلَ
عَلَيْكُمْ
فِي
الْكِتَابِ
أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ
آيَاتِ
اللَّهِ
يُكْفَرُ
بِهَا
وَيُسْتَهْزَأُ
بِهَا فَلا
تَقْعُدُوا مَعَهُمْ
حَتَّى
يَخُوضُوا
فِي حَدِيثٍ
غَيْرِهِ
إِنَّكُمْ
إِذًا
مِثْلُهُمْ
إِنَّ اللَّهَ
جَامِعُ
الْمُنَافِقِينَ
وَالْكَافِرِينَ
فِي
جَهَنَّمَ جَمِيعًا
|
140
|
(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan
terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan
dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta
kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan)
mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu
dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara
kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada
orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.
|
الَّذِينَ
يَتَرَبَّصُونَ
بِكُمْ
فَإِنْ كَانَ
لَكُمْ فَتْحٌ
مِنَ
اللَّهِ
قَالُوا
أَلَمْ نَكُنْ
مَعَكُمْ
وَإِنْ
كَانَ
لِلْكَافِرِينَ
نَصِيبٌ
قَالُوا
أَلَمْ
نَسْتَحْوِذْ
عَلَيْكُمْ
وَنَمْنَعْكُمْ
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
فَاللَّهُ
يَحْكُمُ
بَيْنَكُمْ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
وَلَنْ
يَجْعَلَ اللَّهُ
لِلْكَافِرِينَ
عَلَى
الْمُؤْمِنِينَ
سَبِيلا
|
141
|
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah
akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka
berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan
manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
|
إِنَّ
الْمُنَافِقِينَ
يُخَادِعُونَ
اللَّهَ
وَهُوَ خَادِعُهُمْ
وَإِذَا
قَامُوا
إِلَى الصَّلاةِ
قَامُوا
كُسَالَى
يُرَاءُونَ
النَّاسَ وَلا
يَذْكُرُونَ
اللَّهَ
إِلا
قَلِيلا
|
142
|
Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau
kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak
(pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan
Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi
petunjuk) baginya.
|
مُذَبْذَبِينَ
بَيْنَ
ذَلِكَ لا
إِلَى
هَؤُلاءِ
وَلا إِلَى
هَؤُلاءِ
وَمَنْ
يُضْلِلِ
اللَّهُ فَلَنْ
تَجِدَ لَهُ
سَبِيلا
|
143
|
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
|
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا لا
تَتَّخِذُوا
الْكَافِرِينَ
أَوْلِيَاءَ
مِنْ دُونِ
الْمُؤْمِنِينَ
أَتُرِيدُونَ
أَنْ
تَجْعَلُوا لِلَّهِ
عَلَيْكُمْ
سُلْطَانًا
مُبِينًا
|
144
|
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada
tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan
mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
|
إِنَّ
الْمُنَافِقِينَ
فِي
الدَّرْكِ
الأسْفَلِ
مِنَ النَّارِ
وَلَنْ
تَجِدَ
لَهُمْ
نَصِيرًا
|
145
|
Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan
berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama
mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman
dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang
besar.
|
إِلا
الَّذِينَ
تَابُوا
وَأَصْلَحُوا
وَاعْتَصَمُوا
بِاللَّهِ
وَأَخْلَصُوا
دِينَهُمْ
لِلَّهِ
فَأُولَئِكَ
مَعَ
الْمُؤْمِنِينَ
وَسَوْفَ
يُؤْتِ
اللَّهُ
الْمُؤْمِنِينَ
أَجْرًا
عَظِيمًا
|
146
|
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?
Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
|
مَا
يَفْعَلُ
اللَّهُ
بِعَذَابِكُمْ
إِنْ شَكَرْتُمْ
وَآمَنْتُمْ
وَكَانَ
اللَّهُ
شَاكِرًا عَلِيمًا
|
147
|
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan
terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui.
|
لا
يُحِبُّ
اللَّهُ
الْجَهْرَ
بِالسُّوءِ مِنَ
الْقَوْلِ إِلا
مَنْ ظُلِمَ
وَكَانَ
اللَّهُ
سَمِيعًا
عَلِيمًا
|
148
|
Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau
memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf
lagi Maha Kuasa.
|
إِنْ
تُبْدُوا
خَيْرًا
أَوْ
تُخْفُوهُ
أَوْ
تَعْفُوا عَنْ
سُوءٍ
فَإِنَّ
اللَّهَ
كَانَ
عَفُوًّا
قَدِيرًا
|
149
|
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan
rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah
dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang
sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta
bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang
demikian (iman atau kafir),
|
إِنَّ
الَّذِينَ
يَكْفُرُونَ
بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ
وَيُرِيدُونَ
أَنْ
يُفَرِّقُوا
بَيْنَ اللَّهِ
وَرُسُلِهِ
وَيَقُولُونَ
نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ
وَنَكْفُرُ
بِبَعْضٍ
وَيُرِيدُونَ
أَنْ
يَتَّخِذُوا
بَيْنَ
ذَلِكَ سَبِيلا
|
150
|
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah
menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.
|
أُولَئِكَ
هُمُ
الْكَافِرُونَ
حَقًّا وَأَعْتَدْنَا
لِلْكَافِرِينَ
عَذَابًا
مُهِينًا
|
151
|
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan
tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan
memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
|
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
بِاللَّهِ
وَرُسُلِهِ
وَلَمْ يُفَرِّقُوا
بَيْنَ
أَحَدٍ
مِنْهُمْ
أُولَئِكَ
سَوْفَ
يُؤْتِيهِمْ
أُجُورَهُمْ
وَكَانَ
اللَّهُ
غَفُورًا
رَحِيمًا
|
152
|
Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka
sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa
yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada
kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kelalimannya, dan
mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang
nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan
kepada Musa keterangan yang nyata.
|
يَسْأَلُكَ
أَهْلُ
الْكِتَابِ
أَنْ تُنَزِّلَ
عَلَيْهِمْ كِتَابًا
مِنَ
السَّمَاءِ
فَقَدْ
سَأَلُوا
مُوسَى
أَكْبَرَ
مِنْ ذَلِكَ
فَقَالُوا أَرِنَا
اللَّهَ
جَهْرَةً
فَأَخَذَتْهُمُ
الصَّاعِقَةُ
بِظُلْمِهِمْ
ثُمَّ اتَّخَذُوا
الْعِجْلَ
مِنْ بَعْدِ
مَا جَاءَتْهُمُ
الْبَيِّنَاتُ
فَعَفَوْنَا
عَنْ ذَلِكَ
وَآتَيْنَا
مُوسَى
سُلْطَانًا
مُبِينًا
|
153
|
Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina
untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami
perintahkan kepada mereka: "Masukilah pintu gerbang itu sambil
bersujud", dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka: "Janganlah
kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil
dari mereka perjanjian yang kokoh.
|
وَرَفَعْنَا
فَوْقَهُمُ
الطُّورَ
بِمِيثَاقِهِمْ
وَقُلْنَا
لَهُمُ
ادْخُلُوا
الْبَابَ
سُجَّدًا
وَقُلْنَا
لَهُمْ لا
تَعْدُوا
فِي السَّبْتِ
وَأَخَذْنَا
مِنْهُمْ
مِيثَاقًا
غَلِيظًا
|
154
|
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan),
disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka
terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa
(alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan,
sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena
itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
|
فَبِمَا
نَقْضِهِمْ
مِيثَاقَهُمْ
وَكُفْرِهِمْ
بِآيَاتِ اللَّهِ
وَقَتْلِهِمُ
الأنْبِيَاءَ
بِغَيْرِ
حَقٍّ
وَقَوْلِهِمْ
قُلُوبُنَا
غُلْفٌ بَلْ
طَبَعَ
اللَّهُ
عَلَيْهَا
بِكُفْرِهِمْ
فَلا
يُؤْمِنُونَ
إِلا قَلِيلا
|
155
|
Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka
terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),
|
وَبِكُفْرِهِمْ
وَقَوْلِهِمْ
عَلَى مَرْيَمَ
بُهْتَانًا عَظِيمًا
|
156
|
dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh
Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak
membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah)
orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang
yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh
itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa
yang mereka bunuh itu adalah Isa.
|
وَقَوْلِهِمْ
إِنَّا
قَتَلْنَا
الْمَسِيحَ
عِيسَى
ابْنَ مَرْيَمَ
رَسُولَ
اللَّهِ
وَمَا
قَتَلُوهُ
وَمَا صَلَبُوهُ
وَلَكِنْ
شُبِّهَ
لَهُمْ وَإِنَّ
الَّذِينَ
اخْتَلَفُوا
فِيهِ لَفِي
شَكٍّ
مِنْهُ مَا
لَهُمْ بِهِ
مِنْ عِلْمٍ
إِلا
اتِّبَاعَ
الظَّنِّ
وَمَا قَتَلُوهُ
يَقِينًا
|
157
|
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
|
بَلْ
رَفَعَهُ
اللَّهُ
إِلَيْهِ
وَكَانَ اللَّهُ
عَزِيزًا
حَكِيمًا
|
158
|
Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya
(Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi
saksi terhadap mereka.
|
وَإِنْ
مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ
إِلا لَيُؤْمِنَنَّ
بِهِ قَبْلَ
مَوْتِهِ
وَيَوْمَ
الْقِيَامَةِ
يَكُونُ
عَلَيْهِمْ
شَهِيدًا
|
159
|
Maka disebabkan kelaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas
mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi
mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,
|
فَبِظُلْمٍ
مِنَ
الَّذِينَ
هَادُوا
حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ
طَيِّبَاتٍ
أُحِلَّتْ
لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ
عَنْ
سَبِيلِ
اللَّهِ كَثِيرًا
|
160
|
dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka
telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan
jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di
antara mereka itu siksa yang pedih.
|
وَأَخْذِهِمُ
الرِّبَا
وَقَدْ
نُهُوا عَنْهُ
وَأَكْلِهِمْ
أَمْوَالَ
النَّاسِ
بِالْبَاطِلِ
وَأَعْتَدْنَا
لِلْكَافِرِينَ
مِنْهُمْ
عَذَابًا
أَلِيمًا
|
161
|
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan
orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu
(Al Qur'an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang
mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang
besar.
|
لَكِنِ
الرَّاسِخُونَ
فِي
الْعِلْمِ
مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ
يُؤْمِنُونَ
بِمَا أُنْزِلَ
إِلَيْكَ
وَمَا
أُنْزِلَ
مِنْ قَبْلِكَ
وَالْمُقِيمِينَ
الصَّلاةَ
وَالْمُؤْتُونَ
الزَّكَاةَ
وَالْمُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
أُولَئِكَ
سَنُؤْتِيهِمْ
أَجْرًا عَظِيمًا
|
162
|
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana
Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan
Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan
anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur
kepada Daud.
|
إِنَّا
أَوْحَيْنَا
إِلَيْكَ
كَمَا أَوْحَيْنَا
إِلَى نُوحٍ
وَالنَّبِيِّينَ
مِنْ
بَعْدِهِ
وَأَوْحَيْنَا
إِلَى
إِبْرَاهِيمَ
وَإِسْمَاعِيلَ
وَإِسْحَاقَ
وَيَعْقُوبَ
وَالأسْبَاطِ
وَعِيسَى
وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ
وَهَارُونَ
وَسُلَيْمَانَ
وَآتَيْنَا
دَاوُدَ
زَبُورًا
|
163
|
Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami
kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami
kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa
dengan langsung.
|
وَرُسُلا
قَدْ
قَصَصْنَاهُمْ
عَلَيْكَ مِنْ
قَبْلُ وَرُسُلا
لَمْ
نَقْصُصْهُمْ
عَلَيْكَ
وَكَلَّمَ
اللَّهُ
مُوسَى تَكْلِيمًا
|
164
|
(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan
pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah
sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.
|
رُسُلا
مُبَشِّرِينَ
وَمُنْذِرِينَ
لِئَلا
يَكُونَ لِلنَّاسِ
عَلَى
اللَّهِ
حُجَّةٌ
بَعْدَ الرُّسُلِ
وَكَانَ
اللَّهُ
عَزِيزًا حَكِيمًا
|
165
|
(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi
Allah mengakui Al Qur'an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya
dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah
Allah yang mengakuinya.
|
لَكِنِ
اللَّهُ
يَشْهَدُ
بِمَا
أَنْزَلَ
إِلَيْكَ أَنْزَلَهُ
بِعِلْمِهِ
وَالْمَلائِكَةُ
يَشْهَدُونَ
وَكَفَى
بِاللَّهِ شَهِيدًا
|
166
|
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi
(manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.
|
إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
وَصَدُّوا
عَنْ سَبِيلِ
اللَّهِ
قَدْ
ضَلُّوا
ضَلالا
بَعِيدًا
|
167
|
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kelaliman,
Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan
menunjukkan jalan kepada mereka,
|
إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
وَظَلَمُوا
لَمْ يَكُنِ اللَّهُ
لِيَغْفِرَ
لَهُمْ وَلا
لِيَهْدِيَهُمْ
طَرِيقًا
|
168
|
kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
|
إِلا
طَرِيقَ
جَهَنَّمَ
خَالِدِينَ
فِيهَا
أَبَدًا وَكَانَ
ذَلِكَ
عَلَى
اللَّهِ
يَسِيرًا
|
169
|
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu
kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah
yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak
merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di
bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana.
|
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ
قَدْ
جَاءَكُمُ
الرَّسُولُ بِالْحَقِّ
مِنْ
رَبِّكُمْ
فَآمِنُوا
خَيْرًا
لَكُمْ
وَإِنْ
تَكْفُرُوا
فَإِنَّ لِلَّهِ
مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ وَكَانَ
اللَّهُ
عَلِيمًا حَكِيمًا
|
170
|
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu,
dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya
Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan
dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan)
roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan
janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari
ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa,
Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah
kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
|
يَا
أَهْلَ
الْكِتَابِ
لا تَغْلُوا
فِي دِينِكُمْ
وَلا تَقُولُوا
عَلَى
اللَّهِ
إِلا
الْحَقَّ إِنَّمَا
الْمَسِيحُ
عِيسَى
ابْنُ
مَرْيَمَ رَسُولُ
اللَّهِ
وَكَلِمَتُهُ
أَلْقَاهَا
إِلَى
مَرْيَمَ
وَرُوحٌ
مِنْهُ
فَآمِنُوا بِاللَّهِ
وَرُسُلِهِ
وَلا
تَقُولُوا
ثَلاثَةٌ
انْتَهُوا
خَيْرًا
لَكُمْ
إِنَّمَا اللَّهُ
إِلَهٌ
وَاحِدٌ
سُبْحَانَهُ
أَنْ يَكُونَ
لَهُ وَلَدٌ
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي الأرْضِ
وَكَفَى
بِاللَّهِ
وَكِيلا
|
171
|
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan
tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang
siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan
mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
|
لَنْ
يَسْتَنْكِفَ
الْمَسِيحُ
أَنْ يَكُونَ
عَبْدًا لِلَّهِ
وَلا
الْمَلائِكَةُ
الْمُقَرَّبُونَ
وَمَنْ
يَسْتَنْكِفْ
عَنْ
عِبَادَتِهِ
وَيَسْتَكْبِرْ
فَسَيَحْشُرُهُمْ
إِلَيْهِ
جَمِيعًا
|
172
|
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka
Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian
dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka
Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan
memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain daripada Allah.
|
فَأَمَّا
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
فَيُوَفِّيهِمْ
أُجُورَهُمْ
وَيَزِيدُهُمْ
مِنْ
فَضْلِهِ
وَأَمَّا
الَّذِينَ اسْتَنْكَفُوا
وَاسْتَكْبَرُوا
فَيُعَذِّبُهُمْ
عَذَابًا
أَلِيمًا
وَلا
يَجِدُونَ لَهُمْ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
وَلِيًّا
وَلا نَصِيرًا
|
173
|
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran
dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu
cahaya yang terang benderang (Al Qur'an).
|
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
قَدْ
جَاءَكُمْ
بُرْهَانٌ
مِنْ رَبِّكُمْ
وَأَنْزَلْنَا
إِلَيْكُمْ
نُورًا
مُبِينًا
|
174
|
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang
kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang
besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada
jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.
|
فَأَمَّا
الَّذِينَ
آمَنُوا
بِاللَّهِ
وَاعْتَصَمُوا
بِهِ
فَسَيُدْخِلُهُمْ
فِي
رَحْمَةٍ
مِنْهُ
وَفَضْلٍ
وَيَهْدِيهِمْ
إِلَيْهِ صِرَاطًا
مُسْتَقِيمًا
|
175
|
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah:
"Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang
meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan,
maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang
ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta
saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara
perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang
ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri
dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara
laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan
(hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu.
|
يَسْتَفْتُونَكَ
قُلِ
اللَّهُ
يُفْتِيكُمْ
فِي الْكَلالَةِ
إِنِ
امْرُؤٌ
هَلَكَ
لَيْسَ لَهُ
وَلَدٌ
وَلَهُ
أُخْتٌ
فَلَهَا
نِصْفُ مَا
تَرَكَ
وَهُوَ
يَرِثُهَا
إِنْ لَمْ
يَكُنْ
لَهَا
وَلَدٌ
فَإِنْ
كَانَتَا اثْنَتَيْنِ
فَلَهُمَا
الثُّلُثَانِ
مِمَّا
تَرَكَ
وَإِنْ
كَانُوا
إِخْوَةً
رِجَالا وَنِسَاءً
فَلِلذَّكَرِ
مِثْلُ
حَظِّ الأنْثَيَيْنِ
يُبَيِّنُ
اللَّهُ
لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا
وَاللَّهُ
بِكُلِّ
شَيْءٍ
عَلِيمٌ
|
176
|
Penutup Surat An nisa
Surat An Nisaa' dimulai, dengan perintah bertakwa dan menyatakan bahwa asal manusia itu adalah satu, kemudian menerangkan hukum-hukum yang berhubungan dengan anak yatim, rumah tangga, warisan, wanita yang haram dinikahi serta hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. Selanjutnya disebut tentang hukum-hukum perang serta pelajaran-pelajaran yang harus diambil dari perang Badar dan Uhud. Pengutaraan hukum perang dan hukum keluarga dalam surat ini, merupakan hujjah-hujjah yang dikemukakan kepada Ahli Kitabm yang mana hujjah-hujjah ini ditegaskan pada bahagian terakhir dari surat ini. Akhirnya surat ini ditutup dengan perintah kepada para mukmin supaya mereka bersabar, mengeratkan hubungan sesama manusia dan bertakwa kepada Allah, agar mendapat keberuntungan dunia akhirat.HUBUNGAN SURAT AN NISAA' DENGAN SURAT AL MAA-IDAH
1. Surat An Nisaa' menerangkan beberapa macam 'aqad, seperti perkawinan, perceraian, wasiat dan sebagainya. Sedang permulaan surat Al Maa-idah menyatakan supaya hamba-hamba Allah memenuhi segala macam 'aqad-'aqad yang telah dilakukan baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia di samping menerangkan 'aqad-'aqad yang lain.
2. Surat An Nisaa' mengemukakan beberapa hukum secara umum dan mendatangkan jalan untuk menetapkan suatu hukum, kemudian surat Al Maa-idah menjelaskan dan menegaskan hukum-hukum itu.
3. Sebagaimana halnya surat Al Baqarah dan surat Ali 'Imran mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok agama seperti keesaan Allah dan kenabian, maka surat An Nisaa' dan Al Maa-idah menerangkan tentang furu' agama (hukum fiqh), seperti hal-hal yang berhubungan dengan hukum keluarga dan sebagainya.
4. Akhir surat An Nisaa' mengemukakan hujjah-hujjah atas kekeliruan orang-orang Yahudi dan Nasrani serta kekeliruan kaum musyrikin dan munafikin. Hal yang serupa diterangkan secara panjang lebar oleh surat Al Maa-idah.
5. Surat An Nisaa' dimulai dengan Yaa ayyuhannaas yang nadanya sama dengan nada surat Makkiyyah, sedang surat Al Maa-idah sebagai surat Madaniyyah dimulai dengan: Yaa ayyuhal ladziina aamanu Hal ini menyatakan bahwa: sekalipun nadanya berlainan, tetapi yang dituju oleh kedua surat ini ialah seluruh manusia.
Sahabat, kita sudah sampai pada akhir artikel tentang surat annisa, semoga bermanfaat. Untuk membaca surat yasin dan juga surat surat didalam al quran lainnya, anda bisa search pada blog ini. Admin minta tolong untuk menyebarkan atau share surah annisa ini ke berbagai media sosial agar lebih banyak lagi yang membaca al quran, anda pun insyaalloh mendapat amal karena sudah mengajak orang lain untuk membaca al quran :).